Home Berita Pengembangan Pendidikan Diniyah Formal

Pengembangan Pendidikan Diniyah Formal

73
0
SHARE
Pemeritah Provinsi Jawa Timur mengundang Pimpinan, Dosen dan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Swasta. Undangan tersebut dimaksud untuk mendiskusikan beberapa pokok pikiran tentang pengembangan pendidikan diniyah formal. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Aria Gajayana Malang, mulai tanggal 13 s/d 14 Desember 2017. Dari Institut Agama Islam Tribakti diwakili Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd., Yasin Nur Falah, M.Pd.I (pimpinan dan dosen) dan Muhammad Hasan (mahasiswa).
Pemprov Jawa Timur menjadi pelopor dalam Pengembagan Pendidikan Diniyah Formal di Indonesia. Format pendidikan diniyah telah diatur dalam UU RI No. 20 Tahun 2003, PP RI No. 55 Tahun 2007, PMA RI No. 13 Tahun 2014, PMA RI No. 18 Tahun 2014, dan PMA RI No. 71 Tahun 2015. Dari berbagai aturan yang ada pendidikan di Indonesia terbagi menjadi tiga; sekolah sebagai pendidikan umum, madrasah sebagai pendidikan umum bercirikan Islam, dan pendidikan diniyah formal.
Tiga kategori tersebut akan menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang berbeda. Secara khusus Pendidikan Diniyah Formal mempersiapkan para ulama yang ahli ilmu agama Islam. Namun keberadaan pendidikan diniyah belum diakui sepenuhnya oleh pemerintah. Yang semestinya diposisikan sama dengan sekolah dan madrasah.
Keberadaan Diniyah Formal menjadi kebutuhan dalam rangka pempersiapkan para ulama. Selama ini ulama dipersiapkan di dalam pesantren tanpa campur tangan dari pemerintah. Namun perlu diperhatikan seiring dengan perkembangan zaman tidak menutup kemungkinan pendidikan diniyah akan ditinggalkan masyarakat karena semakin tidak menarik dan tidak lagi menjanjikan. Di sinilah peran pemerintah berkewajiban menjaga pendidikan diniyah agar tetap lestari. Dengan keberadaan pendidikan Diniyah Formal, Pesantren semakin kuat dan sungguh-sungguh dalam mempersiapkan calan ulama.
Ada tiga cara yang dapat diperankan pesantren mewujudkan pendidikan diniyah formal berkualitas, yakni: managemen lembaga, managen pembelajaran dan sumberdaya manusia.
Managemen lembaga terdiri dari: standar pengelolaan pendidikan diniyah, kerjasama yang kuat antara ulama/kyai/ustazah/pengurus/yayasan, memperkuat dukungan masyarakat sekitar, memperkuat animo santri/siswa, melengkapi sarana dan alat-alat pendidikan. Managemen pembelajaran mencakup; tujuan/ target/outcomes, materi pelajaran/bahan ajar/kurikulum, penentuan metode/strategi pembelajaran, assasmen/evaluasi/penilaian, penyiapkan media pembelajaran, dan penciptaan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Sumber daya manusia (ustadz/ustadzah) menjadi komponen penting dalam pembelajaran di lembaga pendidikan diniyah.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah provinsi jawa timur dengan memberikan beasiswa guru madrasah dibiah. Program ini sudah lama berjalan sejak tahun 2006 sampai dengan sekarang.
Dengan tahap ini pendidikan diniyah dapat terealisasikan dengan baik dan berkualitas. (fuad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here