Home Berita Bakti Sosial Wujud Tridharma Perguruan Tinggi

Bakti Sosial Wujud Tridharma Perguruan Tinggi

117
0
SHARE
Pembukaan Baksos Liburan Semester Gasal 2017/2018

Badan Eksekutif mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Dakwah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial. Kagiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2017 sampai dengan 07 Januari 2018. Bertempat di Dusun Karangnongko Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Diikuti oleh 40 mahasiswa dari kedua Fakultas. Mahasiswa terbagi kedalam 4 kelompok.

Bakti Sosial merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa pada setiap tahunnya. Pada kesempatan ini, baksos dilaksanakan di Timur Sungai Brantas. Alasan yang disampaikan mahasiswa mencari suasana berbeda dan adanya permintaan masyarakat.

Pada kesempatan ini, pimpinan IAI-Tribakti Kediri melaksanakan kunjungan pada hari selasa 02/01/2018. Dari institut diwakili Dr. A. Jauhar Fuad, Fakultas Tarbiyah di wakili Yasin Nurfalah, M.Pd.I, Fakultas Dakwah Moh. Arif Khoiruddin, M.Pd.I, Kaprodi KPI Moh. Diak Uddin, M.Sos, Dwi Hartono, S.Pd.I dan Yusli, S.Pd.I.

Mahasiswa memberikan laporan kegiatan Bakti Sosial kepada pimpinan. Ada beberapa program kegiatan yang dilakukan oleh mahasiwa; bimbingan belajar, pembelajaran di Taman Pendidikan Al Qur’an, mengisi pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu, berkesenian, bantuan baju layak pakai, dan membantu di ladang masyarakat.

Bakti Sosial ini bertempatan dengan libur sekolah, sehingga waktu ini dimanfaatkan mahasiswa mengisi hari libur anak-anak dengan bimbingan belajar. Mereka mengisi kegiatan belajar, entah mengulang mata pelajaran yang sudah dipelajari atau pelenjaran yang akan dipelajarai. Atau sekedar berkumpul belajar sembil bermain.

Pembelajaran di Taman Pendidikan Al Qur’an, kegiatan ini menjadi ajang menerapkan inovasi pembelajaran pada anak-anak. Berdasarkan pengamatan kegiatan belajar dilakukan secara klasikal dan individual. Mereka mengenalkan kosa kata Arab dengan diiringi lirik lagu dan beberapa kalimat guyonan. Sepele kedengarannya jika dari kejauhan tetapi pembelajaran ini penuh dengan makna bagi anak-anak, bahwa pembelajaran bahasa tidak sulit dibuat kesan sederhana, sehingga memori anak dapat menerimanya dengan mudah, ada kesan unik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang akan terkesan cukup lama dalam ingatannya, mungkin sampai mereka dewasa.

Mengisi pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu. Merupakan bagian dari aplikasi ilmu dan pengetahuan mahasiswa. Pada kesempatan ini, mahasiswa harus siap mental berhadapan dengan orang dewasa yang belum dikenal. Menyiapkan materi sebagai pesan agama yang perlu disampaikan kepada masyarakat. Cara berkomunikasi agar pesan dapat sampai kepada masyarakat denga mudah. Memahami budaya dan tradisi masyarakat agar pesan agama dapat diterima. Kegiatan ini menjadi pentung karena mahasiswa dapat mengevaluasi kemampuannya. Mereka dapat mengukur dirinya dengan kebutuhan dan tuntutan yang masyarakat, sehingga dari kegiatan bakti social mahasiswa dapat memacu diri untuk terus belajar dalam menutupi kekuranggannya.

Hiburan seni, kegiatan ini dilaksanakan pada  acara tahun baru masehi. Kegiatan berkesenian dilakukan dalam rangka mengumpulkan masyarakat. Di sini mahasiswa dapat memperkenalkan diri tetang maksud dan tujuannya. Kegiatan berkesenian juga dapat menjadi medan budaya dan media dakwah, sebagaimana yang dilakukan oleh Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Disela kegiatan berkesenian pesan agama juga dapat disisipkan, terlebih ketika masyarakat dikategorikan dengan kelompok “Masyarakat Abangan.”

Bantuan baju layak pakai, mahasiswa mendapatkan bantuan baju dari pondok pesantren. Baju itu akan diberikan kepada masyarakat kurang mampu. Baju-baju tersebut dapat dimanfaatkan untuk banyak aktifitas. Misal: solat, kondangan, buwuh dan bekerja di ladang.

Membantu di ladang masyarakat, kegiatan ini terlihat sepele dan mungkin ada sebagian tidak sepakat dengan ini. Tapi aktifitas ini ada banyak manfaat yang dapat diambil. Ladang dapat menjadi medan budaya antara mahasiswa dengan masyarakat, akan terjalin interaksi dan komunikasi antara keduanya. Tidak semua masyarakat datang ke musalah/langgar/masjid, dengan aktifitas tersebut akan membantu mahasiswa untuk dikenal masyarakat. Membangun empati dan kepercayaan masyarakat, dengan dasar ini pesan dakwah dapat tersalurkan. Menghidari kesan eklusif dan elit, karena dalam padangan mahasiswa masuk kategori itu, sehingga tidak ada jarak lagi antara keduannya. Ketika mahasiswa dapat menyatu dengan masyarakat segala program akan mudah direalisasikan.

Bakti Sosial merupakan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. Secara subtansi kegiatan ini sama dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang berbeda bakti social masuk kegiatan Ekstra Kulikuler sedangkan Kulian Kerja Nyata masuk kegiatan Ko Kulikuler. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan bakti social termasuk kategori mahasiswa “pilihan dan istimewa.” Kedepan mereka perlu mendapatkan perlakuan berbeda dalam pelaksanaan KKN, setidaknya mereka menjadi perancang program, eksekutor program dan evaluator program.

Pimpinan dan Mahasiswa foto bersama di lokasi baksos
Silaturrahim ke Rumah Kasun
Pimpinan memberi arahan peserta baksos saat kunjungan
Nobar dengan Warga Sekitar pada malam pergantian tahun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here