Home Berita Ngangsu Kawruh ZISWAF di Baznas Kota Kediri dan Yatim Mandiri Cabang Kediri...

Ngangsu Kawruh ZISWAF di Baznas Kota Kediri dan Yatim Mandiri Cabang Kediri sebagai Analisis Studi Mahasiswa Perbankan Syariah IAI Tribakti Kediri

228
0
SHARE

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio sebesar 0,380. Angka tersebut terkoreksi tipis dari Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,382. Peran zakat sebagai salah satu upaya dalam mengurangi kesenjangan ekonomi perlu terus ditingkatkan.

Secara kelembagaan diketahui bahwa zakat dianggap sebagai sebuah kekuatan yang diperuntukan khusus untuk membangun ekonomi rakyat melalui distribusinya kepada 8 golongan (8 asnaf).

Sebagai salah satu perguruan tinggi Islam, IAI Tribakti Lirboyo Kediri juga terus meningkatkan pengetahuan & praktek kelembagaan Ziswaf. Sekitar 33 mahasiswa semester VI dan dosen pembimbing Perbankan Syariah melaksanakan kunjungan studi pada hari Kamis, 12 Maret 2020. Adapun mereka didampingi oleh Nasrudin, SE.ME. selaku Kaprodi Perbankan Syariah, Sutantri, S.E.I, M.E. dan Nailal Muna, S.HI, M.Pd.I. Kunjungan studi kali ini ke Baznas Kota Kediri dan Yatim Mandiri Cabang Kediri. Tujuan kunjungan ke Baznas dan Yatim Mandiri, agar mahasiswa lebih paham tentang ZISWAF dan prakteknya di lapangan.

Saat berada di Baznas Kota Kediri, mahasiswa diberi penjelasan dengan narasumber Drs. H. Dawud Syamsuri, M.Pd.I. selaku ketua Baznas Kota Kediri. Beliau menjelaskan bahwa Baznas Kota Kediri merupakan lembaga pengelola zakat yang dibentuk pemerintah daerah Kota Kediri berdsarkan SK Wali Kota Kediri No. 188.45/101/419.16/2015 tentang pimpinan Baznas Kota Kediri periode 2015 – 2020 pada tanggal 27 Februari 2015 dengan masa kerja 5 tahun. Dalam diskusi tersebut, beliau menjelaskan dalil-dalil tentang kewajiban berzakat. Dan sekarang pembayaran zakatpun dipermudah bisa melalui ATM. Adapun sasaran Baznas adalah ASN yang berada di Kota Kediri. Beliau menambahkan terkait program upaya pembayaran zakat melalui aplikasi agar mempermudah muzakki dalam membayar zakat. Hal ini merupakan sinergitas antara Pemkot Kediri dengan Baznas Kota Kediri yang kedepannya akan segera direalisasikan.

Sedangkan kunjungan selanjutnya ke Yatim Mandiri Cabang Kediri, mahasiswa diberi penjelasan oleh Muhammad Ali Rosyidi selaku Branch Manager. Beliau menjelaskan bahwa Yatim Mandiri merupakan lembaga nirlaba yang berkhitmat memberdayakan segala potensi anak yatim dan dhuafa melalui pengelolaan dana zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf (ziswaf) baik perseorangan maupun instansi. Lembaga ini pertama kali berdiri pada tanggal 31 Maret 1994. Yatim Mandiri adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang telah memiliki legalitas berdasarkan SK. Kemenag RI No. 185 Tahun 2016. Beliau menjelaskan saat ini Yatim Mandiri telah memiliki 45 kantor layanan yang tersebar di 13 provinsi di Indonesia.

Adapun dengan kunjungan studi tersebut diharapkan mahasiswa selain mendapatkan ilmu secara teori di kampus, diharapkan juga dilengkapi dengan wawasan di lapangan. Guna menambah khasanah keilmuan mereka.