Home Berita Dosen KPI IAI-Tribakti mengikuti acara International Postgraduate Students Conference 2020

Dosen KPI IAI-Tribakti mengikuti acara International Postgraduate Students Conference 2020

350
0
SHARE

Pada tanggal 20-21 Januari 2020 telah diadakan International Postgraduate Students Conference 2020 dengan tema Legal Challenges and Opportunities in the Fourth Industrial Revolution Sustainability, Human Rights and Social Justice Perspectives in Asia Pacific di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Dalam acara tersebut terdapat beberapa keynote speakers yang mengisi materi pembuka di hari pertama di antaranya Dr. Wan Rosalili Wan Rosli dari University Teknologi MARA, Malaysia, Nani Zulminarni, Woman Heads of Family Empowerment, Dr. Edmon Makarim, S.Kom., S.H., LL.M. dari Universitas Indonesia, dan Prof. Dr. Edward Omar Sjarif Hiarij, S.H., M.Hum dari Universitas Gadjah Mada. Masih di hari yang sama, setelah materi utama, acara dilanjutkan dengan parallel session. Di hari pertama terdapat 2 parallel session yang masing-masing diisi oleh 3 panel. Untuk pemateri dalam setiap panel sudah diseleksi sebelumnya melalui pengiriman abstraksi.

Dari IAIT sendiri berhasil mengirimkan 1 delegasi yang bernama Arina Rohmatul Hidayah dengan judul makalah Commodification in Public Sphere: The Fight of Ideology through Social Media. Delegasi dari Tribakti ini berada dalam panel ke 3 di parallel session kedua  yang mengangkat tema Misuse of Social Media dan dimoderatori oleh Dr. Khotibul Umam, S.H.,LL.M. Selain Arina, terdapat satu pemateri lagi yaitu Mardiansyah dari LLM Fakultas Hukum UGM yang menyampaikan materi tentang Social Media Impacts on Radicalism-Separatism in Papua.

Parallel session kedua dalam panel 3 berjalan dengan lancar. Karena hanya terdiri dari 2 pemateri maka masing-masing pemateri diberi waktu 1 jam untuk menyampaikan makalahnya. 30 menit untuk pemaparan materi sedangkan 30 menit sisanya diisi oleh sesi tanya jawab. Secara garis besar yang dapat disimpulkan dari pemaparan kedua pemateri menunjukkan bahwa media sosial memang membawa dampak yang positif namun juga ada dampak negatifnya.

Penyebaran hoaks atau berita palsu yang bisa saja disebabkan oleh adanya proses komodifikasi konten, bisa mengancam kehidupan sosial masyarakat. Diperlukan berbagai upaya untuk menanggulanginya, baik dari sisi pemerintah ataupun masyarakat. Upaya hukum harus dibuat setegas mungkin dan masyarakat juga harus pandai dalam melakukan literasi media salah satunya melalui klarifikasi pesan. Jangan mudah percaya pada satu berita tanpa mengkonfirmasi dengan sumber berita yang lain.