Home Ahwal Al-Syahsiyah Partisipasi dosen IAI Tribakti Kediri dan ICRLNC

Partisipasi dosen IAI Tribakti Kediri dan ICRLNC

30
0
SHARE

Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri mendapat kesempatan mengirimkan salah seorang dosen untuk menjadi salah satu pembicara dalam 1st International ConferenceReligion, Law, Nature and Culture for Achieving Sustainable Development Goals” Konferensi Internasional tentang Agama, Hukum, Alam dan Budaya dalam Mencapai Pembangunan Berkelanjutan pada hari selasa 29 Oktober 2019. Konferensi yang berlangsung di Auditorium Universitas Nasional Jakarta Selatan tersebut mengangkat tema lingkungan karena, melihat bahwa Indonesia adalah negara besar dengan keanekaragaman hayati yang kaya disebut sebagai “Mega-biodiversity Country”, sementara di sisi lain Indonesia juga punya dan sangat kaya dalam hal sumber daya alam dan kearifan budaya. di samping kawasan konservasi yang luas dengan sumber daya alam hayati di Indonesia bentuk taman nasional, cagar alam, taman hutan besar, atau dilindungi hutan. Banyak kearifan dan kehidupan tradisional telah terbukti menopang keberkelanjutan hidup dan kemampuan masyarakat lokal untuk melestarikan alam dan area alami. Tapi, Di sisi lain, masih ada perambahan hutan ilegal, dan perdagangan satwa liar ilegal masih menjadi tantangan. Melalui konferensi ini diharapkan dapat menjadi media eksplorasi agama, hukum, kearifan alam dan budaya dalam rangka meningkatkan pemahaman dan penghargaan di antara kompleksitas tantangan dalam melestarikan kami alam dan wilayah alami juga dalam mencari nexus dan sinergi dalam untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pemakalah yang hadir pada ICRLNC tersebut lebih dari 30 institusi baik nasional maupun internasional dengan berbagai latar belakang, seperti AS, Australia, Ternate, Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, Aceh, Medan, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Banjarmasin Sulawesi Selatan, Surabaya, Kediri, Malang, Padang dan Kalimantan Barat. Konferensi ini menghadirkan keynote speaker dari berbagai bidang keilmuan diantaranya, Rev. Fletcher Harper, Phd, Eksekutif Direktur dari organisasi pemerhati agama dan lingkungan Green Faith Amerika Serikat, Ir. Wiratno, MSc, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Layanan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Prof, Dr. Arskal Salim Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Fachruddin Mangunjaya, MSc, dari Universitas Nasional, Pusat Studi Islam (PPI),  Rosmidzatul Azila Mat Yamin, BSc, MSc, dari Pusat Ilmu Pengetahuan dan Lingkungan Institut Pemahaman Islam Malaysia, Karmele Liano Sanches, BVSc, MSc, Direktur Animal Rescue Internasional dari Spanyol, dan Rizal Malik dari Kepala Eksekutif WWF (Worl Wide Fund for Nature) Indonesia.

Abbas Sofwan Matlail Fajar salah satu dosen tetap sekaligus kepala program studi Hukum Keluarga Islam dalam konferensi tersebut mempresentasikan makalahnya pada sesi paralel dengan tema Environmental Ethics On Slopes Of Mount Kelud: Local Community Responses To The Utilization Of Mount Kelud Materials After 2014 Eruption Etika Lingkungan di Lereng Gunung Kelud: Respon Masyarakat Lokal terhadap Pemanfaatan Material Gunung Pasca Erupsi tahun 2014. Menurutnya Hidup bersama Kelud adalah sebuah keniscayaan bagi masyarakat Kediri. Oleh karena itu, mutlak kiranya masyarakat Kabupaten Kediri untuk memahami makna Kelud dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman makna yang mendasar mengenai Kelud itulah yang melahirkan kearifan lokal (local wishdom) masyarakat Kabupaten Kediri dalam menjalin interaksi dangan Gunung Kelud dan menjaga keseimbangan ekosimtemnya. Kearifan Lokal (local wishdom) ini penting dilestarikan, karena masyarakat Kabupaten Kediri banyak diuntungkan dalam banyak aspek kehidupan oleh Kelud. Baik aspek Ekonomi, Ekologi maupun Kehidupan Sosial (Equality).

Abbas Sofwan Matlail Fajar Sedang mempresentasikan makalah

Diskusi paralel pada konferensi tersebut diadakan setelah presentasi para nara sumber utama, dan sesi paralel terbagi menjadi delapan ruang, masing masing ruangan dipilih kategori presentasi terbaik oleh panitia penyelenggara. Abbas Sofwan delegasi dari Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri yang memaparkan dan mempresentasikan artikelnya  pada ruang delapan mendapatkan predikat presentasi terbaik dengan artikelnya tentang Respon Masyarakat Lereng Gunung Kelud Pasca Erupsri 2014, ia mendapatkan penghargaan beberapa buku tentang lingkungan dan konservasi sumber daya alam sekaligus marchandise dari Universitas Nasional sebagai tuan rumah dan penyelenggara konferensi internasional tersebut. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dr. Fachruddin Mangunjaya, MSc selaku Kepala Pusat Pengkajian Islam Universitas Nasional yang juga merupakan penulis produktif dalam bidang Islam dan Lingkungan Hidup diantaranya Konservasi Alam Dalam Islam, Bertahan di Bumi, Khazanah Alam:Menggali Tradisi Islam untuk Konservasi, Ekopesantren: Bagaimana Merancang Pesantren Ramah Lingkungan, dan Menanam Sebelum Kiamat: Islam, Ekologi, dan Gerakan Lingkungan Hidup.