Home Berita Dosen IAI Tribakti Kediri Berpartispasi dalam Annual Conference Research Proposal (ACRP) Tahun...

Dosen IAI Tribakti Kediri Berpartispasi dalam Annual Conference Research Proposal (ACRP) Tahun Anggaran2020

194
0
SHARE

Tanggerang (Pendis) – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam, menyelenggarakan Annual Conference Research Proposal (ACRP) yang diperuntukkan bagi dosen PTKI. Acara ini digelar di Kota Tanggerang, 17-19 September 2019.  Tim Dosen IAI Tribakti Kediri yang Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. dan Dr. Badrus, M.Pd.I masuk dalam klaster pengembangan perguruan tinggi.

Kepala Sub Direktorat Penelitiaan, publikasi ilmiah dan pegabdian masyarakat, Suwendi, mengatakan bahwa ACRP merupakan ajang akademik sekaligus akuntabilitas kinerja dalam menentukan proposal terpilih di bidang penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan PTKI dari seluruh tanah air. ACRP merupakan forum akademik yang menjadi barometer dari proposal yang diajukan oleh dosen-dosen PTKI di bidang penelitian, publikasi ilmiah dan pengabidan kepada masyarakat.

“ACRP kali ini merupakan periode yang ketiga kalinya untuk menentukan para penerima bantuan yang akan dibiayai di awal tahun anggaran 2020. ACRP I dilaksanakan di Bogor 18-19 Juli 2018, ACRP II dilaksanakan di Tanggerang 25-27 Maret 2019 dan ACRP III dilaksnakan di Tanggerang 17-19 September 2019. ACRP untuk tahun anggaran 2020, jumlah proposal yang masuk mencapai 2.957. ACRP untuk tahun anggaran 2019, jumlah proposal yang masuk mencapai 2.314. . ACRP untuk tahun anggaran 2018, jumlah proposal yang masuk mencapai 1.836.

ACRP tahun anggaran 2020 mengikuti kebijakan “H-1”. Rangkaian pendaftaran, penilaian, dan penetapan harus dilakukan pada 1 (satu)tahun sebelumnya. Dengan alasan, waktu yang cukup untuk menyelengarakan kegiatan, menghasilkan output yang maksimal, perencanaan akan lebih rapih, di awal tahun anggaran akan segerah dicairkan, dan performance serapan yang baik.

Dari 2.957 proposal yang masuk: 1.732 proposal klaster negeri dan swasta; dan 1.225 proposal klaster swasta dari 29 klaster yang dikompetisikan. Tahap berikutnya seleksi daring validitas proposal tersisa menjadi 2.014 proposal dengan klasifikasi; 1.014 proposal klaster negeri dan swasta; dan 994 proposal klaster swasta. Tahap seleksi berikutnya masuk review daring (similarity) tersisa menjadi 921 proposal dengan klasifikasi; 695 proposal klaster negeri dan swasta; dan 226 proposal klaster swasta. Tahap berikutnya seleksi daring konten proposal penelitian dari 921 tidak lolos sebanyak 227, sehingga tersisa sebanyak  694 proposal. Sedangkan yang diundang untuk presentasi di ACRP tahun anggaran 2020 hanya 319 atau 16 klaster. Tersisa 375 proposal yang akan diumumkan tanpa melalui proses seleksi dalam forum ACRP sebanyak 13 klaster.

Menurut Suwendi, dari semua proposal yang masuk, telah diuji keakurasian proposal, baik pada aspek metodologi riset dan pengembangan masyarakat, kematangan penyiapan rencana kerja, dan mengukur tingkat kontribusinya terhadap pengembangan keilmuan, keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan.

Total dana yang dipersiapkan oleh diktis untuk tahun anggaran 2020 sebanyak 40 Milyar. Dana itu dikompetisikan melalui diktis kementerian Agama RI.

Hasil program penelitian diktis ini diharapkan menghasilkan beberapa tagihan. Artikel tersubmit pada morabase.kemenag.go.id. Artikel terpublikasi pada jurnal terakreditasi. Laporan akademik menjadi buku. Hak kekayaan intelektual: hak paten/hak cipta. Dan desiminasi dalam kegiatan seminar.

Peran dari program yang dilakukan diktis melalui litapdimas antara lain: riset yang berkualitas, penguatan jurnal dan publikasi ilmiah, peran serta PTKI terhadap pemberdayaan masyarakat; terjaminnya hak kekayaan inteketual dosen, mensinergikan program pemberdayaan perempuan dan anak. Dapaka lain bagi pengembangan intitusi perguruan tinggi masing-masing dosen,yakni, pertama, akademik: repreduski ilmu, pengembangan wacana ilmiah; sosialisasi hasil riset berkualita. Kedua, ketenagaan: intrumen peningkatan kompetensi dosen, peningkatan jabatan fungsional dosen. Ketiga, lembaga: akredistasi lembaga, mutu dan wibawa lembaga. Keempat, kemasyarakatan: sinergi dan koneksi antara pengetahuan dengan kebutuhan ril masyarakat, desiminasi kesadaran berkeadilan gender.