Home Berita Intrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0 dan Kesalahan Umum dalam Penulisan Borang

Intrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0 dan Kesalahan Umum dalam Penulisan Borang

123
0
SHARE

 

Sabtu, 27 April 2019 kegiatan Rapat Pimpinan diisi dengan materi penguatan Akreditasi Perguruan Tinggi Oleh Suparto, S.Ag., M.A., Ph. D. ia menyapaikan pengalam praktis selama menjadi asesor dibeberapa perguruan tinggi. Ia memparkan pengalam itu yang selama ini ia jalankan.

Ia menjelaskan kesalahan umum yang dapat diidentifikasi, dokumen tidak berisi informasi yang konsnsiten. Dokumen tidak bersisi tentang fakta yang penting (apa, siapa, kapan, dimana, kenapa, apa yang  terjadi bagaimana). Kaya informasi miskin fakta (deskriptif normit). Borang tidak seindah aslinya. Menambhkan tabel yang tidak perlu. Terlalu banyak gambar. Mengubah nomor tabel. Tidak ada referensi sumber data. Disususn tidak sesuai panduan. Paradigm mutu adalah borang dan dokumen. Tanggung jawab pemangku kepentinga. Keterlibatan semua pihak. Dukungan semua sumber daya. Akuntabilitas bersama siklus. Trdaisi terbaik dalam meraih output dan outcome. Tanggungjawab pada stakeholder.  Peningkatan berkelanjutan. Keterbukaan.

Penyususna borang institusi saat ini lebih berat jka dibandingkan tahun sebelummya, mislanya dalam perihal data mahasiswa akan mengacu pada Forlap PDDIKTI. Masa awal penggunaan intrumen versi 3.0 masih ada kelonggaran, aturan data menggunakan data onlin akan konsisten dilakukan pada tahun 2022. Kata Suparto.

Borang versi baru peneilaian mengacu pada Laporan Evaluasi Diri (LED)  dengan bobot 48,5%, dengankan Laporan kinerja perguruan tinggi (LKPT) dengan bobot 51,5% dengan 31 tabel, lapoan berbasis PDDIKTI. Masing-masing penilaian mengacu pada input, proses, output, outcome.  Pada LED aspek dengan bobot input 27,7%, Proces 16,5%, output 3,3%, outcome 1,0% sedangkan LKPT  aspek dengan bobot input 11,1%, Proces 4,3%, output 21,6%, outcome 14,6% .

Status Akreditasi perguruan tinggi versi baru terbagai dalam 4 kategori. Skor > 361 kategori Unggul, 300 < skor <  Baik Sekali, 200 < skor < 300 Baik, skor < 200 Tidak terakreditasi.  Jika dilaihat dari kualitas perguruan tinggi dianggap unggul jika program studi yang ada 75 % terakreditasi  A; baik sekali jika 50% program studi terakreditasi A.