Home Berita Belajar Membuat Borang Versi Baru

Belajar Membuat Borang Versi Baru

1188
0
SHARE

Pada hari Sabtu, 6 April 2019 beberapa orang pimpinan belajar menyusun borang Akreditasi Program Studi dan Barang Akreditasi Perguruan Tinggi Swasta di Rumah Dr. Asaril Muhajir, M. Ag. Beliau salah satu Asesor BANPT, dan tim Asesor di LPTNU Wilayah dan LPTNU Pusat.

Pada kegiatan belajar menyusun borang yang terlibat adalah para pimpinan yang akan melakukan reakreditasi dan pengajuan awal akreditasi. Di IAI Tribakti ada prodi yang akan mengajukan akreditasi seperti S2 PGMI. Prodi ini termasuk prodi baru, yang usianya 1,5 tahun. Kemudian prodi Hukum Keluarga Islam masa berlaku akreditasi berakhir  Desember  2019 sehingga perlu secepatnya melakukan reakreditasi.  Sedangkan prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam masa berlaku akreditasi berakhir  September 2020. Sisi lain Akreditasi Intitusi IAI Tribakti masih C yang akan berakhir pada Januari 2021.

Seiring dengan kebijakan BAN PT tetang penggunaan Borang versi terbaru bagi program studi yang mengajukan borang melebihi per 1 April 2019 akan menggunakan format Sembilan standar. Borang versi baru terdiri dari Akrditasi Program Sudi versi 4.0 dan Akreditasi Perguruan Tinggi Swasta versi 3.0.

Borang versi baru dan versi lama memiliki beberapa perbedaaan mendasar. Misalnya  dalam borang lama ada tiga dokumen yang menjadi bahan penelilaian: borang Prodi (IIIA), borang Intitusi/fakultas (IIIB), dan evaluasi diri, masing-masing memiliki bobot penelialan 75%, 15%, dan 10%. Borang versi  lama lebih banyak difokuskan pada borang program Studi.

Sedangkan pada borang versi baru yang memuat dua dokumen penelialan, Akreditasi Program Studi (APS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) , masing-masing memeiliki bobot 45% dan 55%, sehingga dalam borang versi baru keduannya sama penting. Perbedaan mendasar dalam borang versi baru ini bahwa APS dokumen dalam bentuk exsel dengan data kuantitatif, sedangan LED dalam bentuk narasi.

Perbedaan dalam borang baru bahwa kegiatan itu tidak hanya dilihat dari segi hasil, tetapi dilihat juga dalam tahap perendanaan, pelaksanaan, evaluasi dan keluaran yang dihasilkan. Maka dalam penyusunan borang tidak bisa dilepaskan dari Statuta Yayasan, Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Startegi (RESTRA), Rencana Oprasional (RENOP). Masing-masing harus memiliki keterkaitan satu sama lain, tidak bisa berdiri parsial. Misalnya RIP disusuna oleh Institut (Rektor) rancangan yang bersifa jangka panjang 20-25 tahan, RESTRA dirancang oleh Fakultas/Unit pengelolah yang jangka waktunya menengah 4 atau 5 tahun tergantung periode jabatan, RENOP dapat disusun oleh fakultas atau program studi yang bersifat jangka pendek 1 tahun dan lebih oprasional terkait waktu dan pembiayaan.

Di samping itu, ada juga beberapa hal yang perlu dipersiapkan terkait dengan buku pedoman. Mislanya buku pedoman pendididkan, buku pedoman penelitian, buku pedoman pengabdian pada masyarakat, buku pedoman pengembangan suasana akademikdan otonomi keilmuan kampus, buku pedoman kemahasiswaan, buku pedoman sumberdaya manusia, buku pedoman keuangan, buku pedoman sarana prasarana, buku pedomanan system penjaminan mutu, buku pedoman kerjasama. Totap ada 10 buku pedoman yang perlu dipersiapakan. Sampai hari ini IAI Tribakti baru memiliki 3 buku pedoman. Buku pedoman di atas, menjadi acuan dalam penyusunan standar oprasional. Maing-masing buku pedoman memuat aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan keluaraan, sehingga Perguruan tinggi memliki acuan dalam melakukan program kegiatan yang terukur dari hulu sampai ke hilir.

Perbedaan lain dari borang versi baru pada susunan penilaian. Misalnya kerjasama pada borang sebelumnya masuk dalam standar 7 bagian akhir, dalam borang baru kerjasma masuk dalam standar satu. Bentuk kerjasama tidak saja dilihat dari banyaknya kerjasama, melainkan tindak lanjut dan nama kerjaama yang dilakukan.

Pada aspek keuangan borang lama dihitung keseluruhan, borang baru dihitung secara terperinci. Misal Dana oprasinal mahasiswa (DOM) hanya menyakut kegiatan oprasional dan kegiatan kampus yang berhubungan langsung dengan mahasiswa. Pengembangan sarana, prasarana, Penelitian, pengabdian dan SDM tidak masuk dalam perhitungan DOM.

Borang baru banyak menyajikan hasil publiksai yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Ukurannya tidak hanya publikasi yang dilakukan tetapi seberapa banyak sitasi dari publikasi dosen dan mahasiswa. Pada aspek ini ada beberapa poin penilaian antara dosen dan mahasiswa terpisah.

Borang baru tidak hanya berbicara pada HaKI dosen tetapi juga berbicara HakI mahasiswa. Borang lama cukup ada HaKI dosen dan hanya satu poin peneilaian. Borang baru HaKI terbagi menjadi 3, haki dalam bidang pendidikan dan penelitian, HaKI dalam bentuk prodak barang, HaKI dalam bentuk barang yang dipakai dalam dunia industri. Ketiga HaKI itu mencakup Dosen dan Mahasiswa. Artinya borang lama terkait HaKI hanya 1 poin, sedangakan  borang baru bicara HaKI menjadi 6 poin.

Kerja dalam penyusnan borang versi baru lebih rumut jika disbanding versi lama. Terlebih pada borang Akreditasi Perguruan Tinggi, data dalam format exsel ada yang harus tersinkronkan dengan data dalam forlap PDDIKTI. Data yang disajikan baik jumlah calon mahasiswa, jumlah mahasiswa yang diterima, jumlah mahasiswa yang proses belajar, jumlah mahasiswa yang lulus harus sesuai dengan data di forlap. Kita perlu bekerja keras dalam mempersiapakn semua itu, terlebih borang institusi, persiapan tidak cukup 3-4 bulan, setidaknnya satu tahun perlu dipersiapakan.