Home Berita ACRP dan Partisipasi Dosen IAIT Kediri

ACRP dan Partisipasi Dosen IAIT Kediri

155
0
SHARE

Tahun ini (2019) Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama menggunakan Istilah Annual Conference on Reseacrh Proposal atau yang disingkat dengan ACRP untuk yang kedua. Tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam kegiatan ini, sebanyak 566 proposal dari berbagai cluster yang masuk nomine diujikan kelayakannya. Berdasarkan keterangan Suwendi (Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam), tahun anggaran 2019 ini, proposal yang masuk sebanyak 2.314. Proposal tersebut lalu dilakukan proses penilaian oleh tim reviewer berdasarkan validitas, orisinalitas, integritas akademis dan kontribusinya terhadap dunia Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan kehidupan keagamaan serta keindonesiaan secara online, serta penilaian akurasi antiplagiasi secara elektronik. Sebenarnya tingkat similarity proposal adalah 20% dengan menggunakan aplikasi Turnutin, namun karena banyak yang tidak lolos, maka kami memberikan kelonggaran toleransi hingga 30% hingga 35%, lanjut Suwendi.

“Dengan uji kelayakan proposal oleh tim reviewer diharapkan akan mampu menghasilkan output riset dan temuan-temuan dan pengembangannya yang produktif bagi kehidupan keagamaan dan kebangsaan kita,” ujar Dirjen Pendis Kamarudin Amin dalam laporannya di ACRP tahun 2019 yang digelar di Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/03) dalam acara yang dihadiri oleh Mentri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin, ini Kamaruddin Amin juga mengatakan bahwa kualitas output riset, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat memiliki peran signifikan sebagai penguatan integritas dan kinerja Perguruan Tinggi Islam.
Dalam forum yang berlangsung selama 3 hari (25-27/senin-rabu Maret 2019) di Grand Serpong Tangerang Provinsi Banten ini dihadiri oleh skitar 566 peneliti PTKIN dan PTKIS ini, semua nomine diuji oleh tim reviewer sebanyak 32 tenaga professional, terutama pada aspek kelayakan dan keabsahan akdemis sehingga menghasilkan rekomendasi penerima bantuan yang secara keseluruhan berjumlah 32 Milyar rupiah. Rangkaian acara ini dibuat 2 tahap, tahap pertama untuk PTKIS pada tanggal 25-26 Maret 2019, dan tahap kedua untuk PTKIN pada tanggal 26-27 Maret 2019.

Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri sebagai salah satu Perguruan Tinggi Islam Swasta, tahun 2019 mendaftarkan sekitar 22 proposal yang terdiri dari 1 proposal di cluater Short Course Metodologi Penelitian Sains dan Islam, 12 proposal di cluster Penelitian Pembinaan/Kapasitas, 2 proposal di cluster Penelitian Dasar Program Studi, 2 proposal di cluster Penelitian Dasar Interdisipliner, 3 proposal di cluster Short Course Pengabdian Berbasis Riset, 1 proposal di cluster Penelitian Terapan Pengembangan Nasional, dan 2 proposal di cluster Bantuan Peningkatan Kualitas Jurnal. Selain cluster Penelitian Pembinaan/Kapasitas, IAIT Kediri meloloskan 3 orang peserta sebagai nomine penerima hibah yang diuji kelayakannya, yaitu, Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. di cluster Penelitian Terapan Pengembangan Nasional, Zaenal Arifin, M.Pd.I di cluster Bantuan Peningkatan Kualitas Jurnal dan Ana Fadhilah, Lc., MA di cluster Penelitian Dasar Program Studi. Sementara 12 proposal yang berada di cluster Penelitian Pembinaan/Kapasitas masih menunggu pengumuman mominasi lebih lanjut dari Dirjen Diktis Kemenag. Semoga dari 12 proposal yang belum diumumkan dari cluster Penelitian pembinaan/kapasitas dapat 100% lolos menjadi nomine, sehingga daya saing penelitian Dosen IAIT Kediri dapat meningkat.