Home Berita Kuliah Umum Bersama Gubernur Jawa Timur: Peran Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren...

Kuliah Umum Bersama Gubernur Jawa Timur: Peran Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren Menyongsong Era Industri 4.0

95
0
SHARE
Kuliah Umum Bersama Gubernur Jawa Timur: Peran Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren Menyongsong Era Industri 4.0

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat mengisi Kuliah Umum di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri bertempat di Aula Muktamar Senin, 18 Maret 2019. Hadir dalam acara tersebut Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Tribakti (YPIT) Kediri  KH. Anim Falahudin Mahrus, H. Imam Muhayat Syah, M.M; Rektor IAIT Kediri KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus beserta Wakil Rektor, Dekanat, Pimpinan UPT, dosen dan 1600 mahasiswa. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan, diperlukan banyak startup agar masyarakat bisa menjadi bagian dari industri 4.0 yang telah hadir di tengah masyarakat Indonesia.

Dalam Kuliah Umum dengan topik “Peran Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren Menyongsong Era Industri 4.0” itu, Khofifah menyarakan untuk berkolaborasi dengan startup yang sudah lebih dulu sukses, seperti Blibli.com, Bukalapak.com, dan lain sebagainya. Sebab, startup itu merupakan terobosan anak-anak muda.

Menurut Khofifah, pesantren dengan jejaring luas yang dimiliki sebenarnya jauh lebih mampu bila diikuti dengan kemampuan teknologi digital. “Pesantren yang punya kemampuan jejaring yang luar biasa pasti akan jauh lebih cepat jika jejaringnya itu kemudian diikuti dengan jejaring digitalisasi,” tegasnya.

Ia menyebut misalnya, perusahaan bernama Alibaba. Perusahaan ini sukses menjadi retail terbesar di dunia tanpa harus memiliki gudang, persediaan barang, dan alat angkutan. “Sekarang kalau kita bikin mart (toko) saja, itu harus cari tanah, harus bangun gedungnya, harus cari barang, itu very-very expensive,” ungkapnya.

Karena itu, Khofifah mengajak mahasiswa, santri, dan para pemuda, untuk mengambil hikmah dari era industri 4.0 melalui format lima sektor strategis, yang tertinggi adalah makanan dan minuman (mamin).

Tentang makanan dan minuman, tentu hampir semua orang bisa. Lalu mamin yang seperti apa? “Tentu yang gaul, bisa saja yang mudah diakses, yang bisa mengantarkan, lalu inovasinya itu terupdate,” paparnya.

Dengan One Pesantren One Product (OPOP), salah satu program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Khofifah berharap akan menjadi satu penguatan di pesantren. Khususnya adalah mengambil potensi industri mamin yang tertinggi pasarnya dibanding dari lima potensi lainnya.