Home Berita LPTNU Gelar Rakornas II di Bandung

LPTNU Gelar Rakornas II di Bandung

117
0
SHARE
LPTNU Gelar Rakornas II di Bandung

Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) II Menuju 1 Abad Nahdlatul Ulama dengan tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan PTNU dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” di Hotel Prama Grand Preanger Bandung, Jum’at (15/2/2019)

Acara RAKORNAS LPTNU dihadiri 500 Peserta terdiri dari Pengurus Pusat LPTNU, Pengurus Wilayah LPTNU dan PTNU se Indonesia. Turut hadir perwakilan dari kampus IAI-Tribakti Lirboyo Kediri 2 peserta mengikuti acara tersebut yaitu M. Arif Khoiruddin, M.Pd.I dan Yasin Nurfalah, M.Pd.I.

Pada Rakornas menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Direktur Jenderal Sumberdaya Iptek Kemenristek Dikti Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., beliau membahas tentang strategi pendidikan dalam membangun Manusia Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi revolusi Industri 4.0.

Selain itu hadir Direktur Karir dan kompetensi SDM Kemenristek Dikti Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd yang berbicara tentang strategi percepatan karir jabatan akademik lektor kepala dan profesor. Dalam paparannya dari sumber data PDDIKTI tgl 15/01/2019 ada sekitar 83.881 dosen yang belum memiliki Jafung, Asisten Ahli 62.282, Lektor 55, 610, Lektor Kepala 28.906 dam Profesor 5.576.

Menurut Bunyamin, pemerintah perlu mendorong dan melakukan percepatan agar tidak ada lagi dosen yang belum memiliki Jafung, yang masih asisten ahli segera ke lektor, yang masih lektor untuk segera bisa ke lektor kepala dan guru besar. “Dilingkungan LPTNU, saya sudah keliling melakukan coaching clinic untuk sosialisasi aturan Penilaian Angka Kredit (PAK) dosen, mulai Surabaya, Jombang, Banyuwangi dan berbagai kota di Indonesia,” ungkap Bunyamin.

Rakornas yang diselenggarakan mulai tanggal sejak 15 – 17 Pebruari 2019 dibagi menjadi tiga komisi. Yaitu komisi I statuta membahas BHP NU, komisi II Organisasi (Forum Rektor PTNU) dan komisi III Program PTNU diantaranyaa sub pengembangan mutu dan kelembagaan, sub pengembangan SDM dan sub pengembangan kerjasama.

Perwakilan masing-masing komisi kemudian melaporkan hasil rapat melalui sidang pleno dan menghasilkan sejumlah program prioritas PTNU misalnya program penjaminan mutu, sistem informasi perguruan tinggi serta peningkatan kapasitas sumberdaya dan kelembagaan PTNU, dan perlunya paguyuban asesor NU.

Rapat Koordinasi Nasional LPTNU kemudian ditutup pada hari Sabtu, 16/2/2019 oleh Ketua LPTNU yang juga Menristekdikti Prof Dr. Mohammad Nasir sehari lebih cepat dari jadwal yang sudah direncanakan sebelumnya