Home Perbankan Syariah Tribakti menjadi perwakilan High Level Duscussion dalam Ajang Internasional ISEF 2018

Tribakti menjadi perwakilan High Level Duscussion dalam Ajang Internasional ISEF 2018

203
0
SHARE

Surabaya, Selasa 11 Desember 2018 Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018 digelar Surabaya tahun ini merupakan yang ke-5 sebagai bentuk akselerasi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, acara yang diselengarakan di Ballroom Grand City Surabaya ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, serta dihadiri juga oleh Gubernur Bank Indonesia Pery Warjio dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo berlangsung meriah dengan diluncurkannya strategi pengembangan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, dan penguatan riset, penilaian dan edukasi termasuk sosialisasi dan komunikasi.

Hadir dalam acara tersebut dari Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri Wakil Rektor I KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA selaku Moderator High Level Duscussion, selain beliau dosen Program Studi Perbankan Syari’ah yaitu Ahmad Fauzi, Lc., ME dan Abbas Sofwan, S.H.I, LL.M. juga mengikuti acara tersebut.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo sebagai pembuka sambutan menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi terbesar yang memiliki pondok pesantren, yakni sebanyak 6003 pondok pesantren, sehingga ia berharap bahwa ISEF 2018 bukan sekedar workshop saja akan tetapi diharapkan menjadi penggerak mesin ekonomi syari’ah secara umum dan
ekonomi pondok-pondok pesantren di Jawa Timur.

Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Perry Warjio Gubernur Bank Indonesia yang menyatakan bahwa tema ISEF 2018 ini yaitu Strengthening Nationa Economic Growth: The Creation of Halal Value Chainsn and Innovative Vehicles penguatan ekonomi nasional dengan menciptakan mata rantai ekonomi halal dan inovasi-inovasi syariah yang diperlukan.
Festival yang berlangsung selama kurang lebih satu pekan ini 11- 15 Desember terdiri dari dua hal yaitu Sharia Economic Forum dan Sharia Fair yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dan sektor riil, sehingga dalam acara utama terdapat 115 booth usaha syariah yang terdiri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur, 19 kali workshop atau talkshow, 10 kali launching program dan delapan seminar internasional.