Home Berita Pimpinan IAI-Tribakti Hadiri Rapat Kerja Pimpinan UIN Sunan Ampel Bersama Pimpinan PTKIS...

Pimpinan IAI-Tribakti Hadiri Rapat Kerja Pimpinan UIN Sunan Ampel Bersama Pimpinan PTKIS Kopertais Wilayah IV di Sorong

81
0
SHARE

Agenda rapat kerja pimpinan dilaksanakan di kota Sorong Papua Barat pada tanggal 7-10 Juli 2018. Rapat ini dihadiri oleh pimpian UIN dan 104 pimpinan PTKIS.

Hadir dalam kesempatan itu Prof. Dr. Masdar Hilmy, Prof. Dr. Abd A’la, Dr. Hamzah, Ketua STAIN Sorong. Pemilihan tempat Rapim di Sorong berangkat dari latar belakang bahwa medan dakwah PTKI tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa yang masih sangat luas. Sorong menjadi contoh kota masa depan di bagian Indonesia bagian timur.

Dalam sambutanya Dr. Zumrotul Mukafah (pjs. Wakil Rektor II) “bapak ibu dalam perjalan dari bandara ke hotel melihat banyak menara yang fungsinya berbeda”. Di Sorong ada banyak berdiri masjid dan gereja. Dalam perjalannya hampir jumlahnya sama. Kota Sorang kehidupan beragama antara umat beragama berjalan rukun dan damai. Tidak terdengar konfik antar keduanya. Jumlah penganut kedua agama di kota ini hampir sama.

Papua Barat adalah propinsi baru yang terbagi 7 kota dan kabupaten. Provinsi ini beribukota di Manokwari. Beberapa kabupaten baru belum memiliki Kantor Urusan Agama. Penyuluh agama di Papua Barat masih terbatas jumlahnya demikian juga guru agama Islam.

Sorong menjadi kota multikultural. Di kota ini ada berbagai etnis. Ada suku Monye, Suku Kukoda, Suku Jawa, Suku Bugis, Suku Ambon, Suku Sunda, Suku Madura, Cina dan beberapa suku kecil. Keterangan dari Dr. Hamza (ketua STAIN Sorong) Suku Monye adalah suku yang memiliki tanah terluas. Suku ini akomodatis pada setiap pendatang, membagi tempat (menjual tanah) kepada para pendatang. Suku Kukoda adalah suku yang menjungjung kekeluargaan di atas segalanya.

Di Sorong ada kearifan lokal yang penuh akan makna. Misalnya satu tungku tiga batu fak-fak, satu rumah tiga pintu raja ampar, kitorang dan sasi. Pemaknaannya ada keterbukaan, tolerasi, menghargai perbedaan, dan harmoni.

Misalnya pemaknaan konsep “kitorang”. Kita kumpulan lebih dari orang, makna kebersamaan dan makna sepenanggungan. Dikaitkan dengan konsep Islam ukhuwah islamiyah, ukhuwah watoniyah, dan ukhuwah basyariah.