Home Psikologi Islam Silaturrahim Psikolog Se-Karesidenan Kediri

Silaturrahim Psikolog Se-Karesidenan Kediri

172
0
SHARE

Kamis, 26 April 2018 telah dilaksanakan kegiatan Pra-Muscab HIMPSI Kediri di IAIN Kediri, yang dihadiri oleh perwakilan psikolog se-Karesidenan Kediri. Perwakilan yang hadir adalah psikolog yang bekerja di berbagai instansi, seperti rumah sakit, perguruan tinggi, biro psikologi, terapis, dan lain sebagainya. Psikolog dari Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, diwakili oleh Ibu Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi., Psikolog. Beliau adalah dosen yang sekaligus juga sebagai Koord. Laboratorium dan Layanan Psikologi di IAIT Kediri.

HIMPSI merupakan organisasi profesi psikologi di Indonesia yang menjadi wadah berhimpunnya profesional psikologi (Sarjana Psikologi, Magister Psikologi, Doktor  Psikologi dan Psikolog). Saat ini ini kepengurusan HIMPSI selain di pusat, juga memiliki kepengurusan HIMPSI di wilayah dan organisasi ikatan minat/ asosiasi sebagai wadah untuk profesional yang memiliki minat dan praktik yang sama.

Acara tersebut diadakan sebagai langkah kongkrit dalam mewujudkan terbentuknya HIMPSI cabang Kediri, setelah beberapa langkah sebelumnya telah dilalui oleh psikolog se-Karesidenan Kediri dalam mengupayakan terbentuknya HIMPSI cabang Kediri. Komunikasi intens terus dilakukan, meskipun tidak berjumpa secara langsung karena kesibukan masing-masing, telah terbentuk Group WA sejak bulan September 2017 sebagai media komunikasi psikolog se-Karesidenan Kediri.

Pra Muscab yang dikemas dengan kegiatan silaturrahim psikolog se-Karesidenan Kediri dan persiapan musyawarah cabang 2018 ini dihadiri oleh Ibu Dra. Jennie Chriswatie, Psikolog selaku anggota Majlis HIMPSI Jawa Timur, pada periode sebelumnya beliau juga pernah menjabat sebagai ketua Majlis HIMPSI Jawa Timur. Pada forum silaturrahim kemaren, Ibu Jennie sempat memberikan sambutan dengan menekankan bahwa poin utama dalam pembentukan HIMPSI cabang baru adalah tidak lepas dari kode etik. Selama kita tetap berjalan sesuai dengan kode etik, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan bahwa yang kita lakukan adalah salah. Beliau juga secara langsung mendeklarasikan diri bersedia menjadi penasehat HIMPSI cabang Kediri. Hal tersebut langsung disambut tepuk tangan kebanggaan oleh seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Acara silaturrahim dimulai pukul 10.00 WIB yang dipandu oleh MC acara pembukaan yaitu Fatwa Puri Sayekti, M.Psi., Psikolog sekaligus dosen di IAIN Kediri. Acara dibuka langsung oleh rektor IAIN Kediri, yaitu Bapak Dr. Nur Chamid, MM. Masih dalam rangkaian pembukaan, peserta juga bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza dan mars HIMPSI secara khitmad.

Setelah sambutan panitia dan beberapa sambutan dari orang-orang yang berperan dalam terlaksananya kegiatan silaturrahim tersebut, forum dihandle oleh moderator acara, yaitu Ibu Novi sekaligus juga dosen di IAIN Kediri untuk memandu acara hearing dan diskusi terkait Muscab.

Pada season ini, pembicara hearing adalah Bapak Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog selaku ketua HIMPSI Jawa Timur dan Ibu Jenni. Pada kesempatan tersebut, Bapak Ilham memberikan beberapa wawasan tentang pendirian HIMPSI cabang baru, yang ternyata memang belum ada AD/ART yang mengatur tentang hal tersebut. Namun, pendirian HIMPSI cabang baru memang tidak bisa dihindari lagi. Kebutuhan untuk membuka cabang sudah sangat dirasakan bersama, sebab semakin berkembangnya keilmuan psikologi dan semakin bertambah banyaknya lulusan psikologi dan psikolog, serta lokasi yang cukup luas, membuat hal tersebut harus segera ditindaklanjuti. Sebelumnya, HIMPSI Jawa Timur telah meresmikan pembentukan HIMPSI cabang pertama di Malang dan cabang kedua di Jember, disusul dengan cabang ke tiga di Bangkalan. Sekarang, HIMPSI wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat juga sudah mulai membuka cabang.

Data yang disapaikan oleh ketua HIMPSI Wilayah Jawa Timur, bahwa tiga terbesar anggota HIMPSI adalah DIY diurutan pertama, Bandung/ Jawa Barat diurutan kedua, dan Jawa Timur diurutan ke tiga. Nampaknya, psikolog dari Jawa Timur sangat antusias dalam pengembangan diri dan organisasi, sehingga dengan segera terbentuklah HIMPSI cabang diberbagai daerah di wilayah Jawa Timur. Dengan nada bercanda, Bapak Ilham sempat mengutarakan pendapatnya bahwa sebenarnya psikolog di DIY dan Jawa Barat adalah orang-orang yang berasal dari Jawa Timur yang kebetulan menempuh pendidikan dan profesi psikologi di DIY dan Jawa Barat, sehingga setelah mereka lulus, mereka kembali lagi ke Jawa Timur.

Sebentar lagi, HIMPSI pusat akan punya “gawe”, yaitu kongres HIMPSI Pusat XIII yang akan dilaksanakan di Bandung pada tanggal 6,7,8 September 2018. Dalam kegiatan tersebut juga akan disisipkan workshop, temu ilmiah nasional, dan call for papers oleh ilmuan dan praktisi psikologi. Peluang banyak tahu tentang perkembangan psikologi ada di sana. Diharapkan, saat pelaksanaan kongres tersebut HIMPSI cabang Kediri sudah terbentuk dan bisa ikut andil di dalam forum tersebut.

Sekilas informasi tentang kinerja HIMPSI Cabang Jawa Timur yang sudah dilakukan adalah melakukan perpanjangan SIPP yang sudah tidak lagi terpusat di Surabaya sebagai kantor HIMPSI Jawa Timur, tetapi sudah bisa dilakukan di cabang, seperti yang telah dilakukan oleh cabang Malang, bahkan sudah pernah dilakukan 2x, dan rencananya minggu ini akan diadakan perpanjangan SIPP di cabang Jember. Sementara ini sudah ada 12 orang peserta untuk perpanjangan SIPP di Jember. Jika nanti cabang Kediri telah terbentuk, maka ketika ada kegiatan perpanjangan SIPP tidak lagi harus ke Surabaya, tapi bisa dilakukan di Kediri dengan reviwer yang datang ke Kediri.

Tuntutan profesional sekarang juga terus meningkat, seorang praktik psikologi selain harus memiliki SIPP, SSP, juga harus punya STR/ sertifikat setara. Untuk melindungi kinerja profesional, sekarang sedang dikembnagkan rancangan RUU profesi Psikologi. Nantinya, yang bisa tergabung dalam keanggotaan HIMPSI cabang Kediri tidak harus bergelar psikolog, tapi juga ilmuan, dan alumni psikologi.

Yang perlu diperhatikan, semua anggota harus terdaftar pada SIK (Sistem Informasi Keanggotaan) jika ingin punya hak suara di Muscab. Untuk tamu atau peserta umum boleh juga menyaksikan jalannya kegiatan Muscab, namun tidak memiliki hak suara. Dalam struktur kepengurusan cabang HIMPSI, ketua tidak harus seorang psikolog. Boleh dari ilmuan atau yang lain.

Ketua HIMPSI Jawa Timur menghimbau untuk memastikan tanggal Muscab paling tidak 2 (dua) minggu sebelumnya agar panitia bisa diresmikan dan lancar dalam pengkondisian peserta yang hadir. Selain tentang kepastian tanggal, disinggung juga tentang rangkaian kegiatan yang seyokyanya kegiatan Muscab diawali dengan pelatihan/ seminar/ workshop baru dilanjutkan dengan kegiatan pembentukan pengurus HIMPSI cabang Kediri. Sebelum kegiatan silaturrahim ditutup, pelaksanaan Muscab telah dipastikan, yaitu akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2018, dengan undangan anggota HIMPSI dari Kediri, Nganjuk, Blitar, dan Tulungagung. Surat ijin untuk anggota HIMPSI akan dikeluarkan lagsung oleh HIMPSI Jatim.

Kegiatan Silaturrahim Psikolog se-Karesidenan Kediri dan Persiapan Musyawaroh Cabang (Muscab) 2018, diakhiri pada pukul 12.00 WIB dengan acara ramah tamah sebagai tanda penutupan acara.