Home IAI-Tribakti Sertifikasi: Sebagai Proses menjadi Dosen Profesional

Sertifikasi: Sebagai Proses menjadi Dosen Profesional

785
0
SHARE
Penanda tanganan Pakta Integritas Dosen yang lulus 2017 Kopertais IV Surabaya

Pada hari Rabu, 4 April 2018 di hotel Ibis Styles Surabaya Jemursari dilakukan penanda tanganan Pakta Integritas Dosen yang lulus sertifikasi dosen tahun 2017. Peserta yang hadir dan ikut penandatangan sebanyak 118 dosen dan pimpinan dari kopertais wilayah IV yang mencakup Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. IAI Tribakti Kediri yang lulus sertifikasi dosen tahun 2017 adalah Zaenal Arifin, M.Pd.I.

Dosen yang lulus sertifikasi tahun 2017 telah melalui rangkaian dan tahapan panjang. Sejak bulan Mei tahun 2017 dosen yang mengikuti seleksi sebanyak 250 orang. Pada tahap awal dilakukan seleksi administarsi, seperti jabatan fungsional, kepangkatan/golongan, masa kerja, karya tulis ilmiah yang sudah terpublikasi online dan lain sebagianya. Di samping itu dilakukan pendampingan pengisian berkas online berupa: penilain atasan, penilain teman sejawat, penilain mahasiswa. Berkas isian online di kirim ke Kementrian Agama untuk diproses. Keputusan lulus serdos sepenuhnya ditentukan oleh Jakarta. Pada tahap ini tidak ada intervensi dari kopertais.

Dosen yang telah lulus tahap pertama, berikutnya mereka diminta menyusunan deskripsi diri dan curriculum vitae. Pada penyusunan deskripsi diri dan curriculum vitae kopertais wilayah IV melakukan pendampingan dalam bentuk pelatihan atau work shop, baik dilakukan ditingkat kopertais maupun ditingkat klaster. Di samping itu dilakukan pendampingan pengisian online agar kesalahan kecil yang berdampak fatal dapat diminimalisir. Hasil yang didapat pada tahun 2017 yang lulus tahan awal sebanyak 59 dosen dari jumlah itu semuanya lulus sertifikasi dosen pada tahap akhir dengan tingkat kelulusan 100%.

Dalam setiap tahun proses seleksi sertifikasi dosen memiliki regulasi yang berbeda. Misalnya di awal tahun 2009 dan 2010 semua dosen yang memiliki kepangkatan bisa ikut sertifikasi. Pihak kopertais wilayah IV berupaya mencari dosen yang memiliki kepangkatan. Pada tahun 2011 s/d 2012 sedikit lebih ketat dalam penyusunan deskripsi diri dan curriculum vitae dengan ketentuan kata dan jumlah penilaian. Pada tahun 2013 mulai menggunakan sistem online namun belum terlalu ketat dalam penyusun deskripsi diri dan curriculum vitae. Dan pada tahun 2014-2017 menjadi semakin ketat karena pengisian menggunakan online dan jumlah pemohon dengan jumlah kuota yang disediakan tidak berimbang.

Sejak tahun 2009 sampai dengan 2017 kopertais wilayah IV memiliki dosen yang tersertifkasi sebanyak 994, namun dari jumlah itu tidak semua dosen dapat memproses tunjangan sertifikasinya. Misalnya: ada beberapa dosen yang tidak dapat melaporkan BKD, ada dosen yang konflik dengan pimpinan sehingga terjadi pembekuan/pemutusan sertifikasi, tugas belajar melanjukan jenjang S3 dan lain sebagainya.

Pada tahun 2018 akan ada penambahan kuota sertifikasi dosen menjadi 3 kali lipat. Jika itu dapat direalisasikan maka kopertais wilayah IV akan mendapatkan 177 dari jumlah lulus tahun 2017. Jumlah ini diharapkan dapat dirasakan merata pada semua kampus yang berjumlah 175, sehingga semua kampus akan mendapatkan satu.

Jika bercermin ke IAI Tribakti Kediri bahwa dosen yang lulus sertifikasi dosen sejak tahun 2009-2017 sebanyak 25 dosen. Dengan rincian lulus tahun 2009 sebanyak 7 dosen, lulus tahun 2010 sebanyak 5 dosen, lulus tahun 2011 sebanyak 3 dosen, tahun 2012 kosong, lulus tahun 2013 sebanyak 6 dosen, lulus tahun 2014 sebanyak 1 dosen, lulus tahun 2015 sebanyak 1 dosen, lulus tahun 2016 sebanyak 1 dosen, lulus tahun 2017 sebanyak 1 dosen. Dari 25 orang dosen yang berkewajian melaporkan beban kerja dosen dan memproses pencairan sertifikasi dosen di tahun 2017 hanya 20 orang dosen. Lima dosen lain berketerangan  1 dosen pindak ke kampus lain, 1 dosen masuk purna, 1 dosen meninggal dunia, dan 2 dosen tugas belajar.

Dalam empat tahun terakhir jumlah kelulusan sertifikasi dosen dari IAI Tribakti hanya satu orang. Kita berharap ditahun 2018 jumlah lulus serdos dari IAI Tribakti lebih dari satu, sehingga antrian dosen yang ingin lulus serdos tidak terlalu panjang.

Dalam seleksi serdos ada kriteria yang perlu dipahami oleh dosen. Misalnya: 1) jabatan fungsional tertinggi misalnya lektor dan asisten ahli, maka yang diprioritaskan adalah lektor; 2) pangkat dan golongan, misalnya penata muda TK I/Penata, III-B/III-C, yang diutmakan yang berpangkat Penata/IIIC; 3) masa bakti, jika sama-sama asisten ahli/penata muda TK I/III-B yang diambil SK paling lama; 4) gelar akademik antara Doktor dan Magister jika jabatan fungsional sama, pangkat dan golongan sama, masa bakti sama maka yang diambil gelar akademiknya; 5) publikasi karya ilmiah, minimal menulis artikel 2 dalam jangka waktu 2 tahun terakhir, artikel yang dimaksud artikel yang dionlinekan.

Ketentuan yang terakhir (publikasi ilmiah) sering menjadi hambatan bagi beberapa orang dosen. Kami berkarap dosen di lingkungan IAI Tribakti dapat memacu diri dalam melakukan publikasi ilmiah. Kita akan menyediakan tempat dalam hal itu, berupa jurnal pada masing-masing program studi dan publikasi dalam bentuk seminar yang diprosidingkan. Publikasi ilmiah tidak hanya berimplikasi pada pribadi tetapi juga pada institusi. Ketentuan ini juga berlaku pada dosen-dosen yang telah lulus sertifikasi dosen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here