Home IAI-Tribakti Pengarahan dari Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan Dalam Rapat Pimpinan LPTNU...

Pengarahan dari Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan Dalam Rapat Pimpinan LPTNU se Indonesia

570
0
SHARE

Pada kesempatan Rapat Pimpinan LPTNU Se-Indonesia Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan memberikan materi kepada para Pimpinan Perguruan Tinggi NU. Ia mengawali pembicaraan dengan menyebutkan pidato KH. Wahid Hasyim pada tanggal 6 Desember 1951 dan 21 Juni 1952 NU perlu memliki perguruan tinggi yang mampan. NU perlu mengembangkan perguruan tinggi sehingga kader NU menjadi kader ulama yang intelek.

Ia menggambarkan kondisi Indonesia pada saat itu, banyak politisi muslim berpendidikan Barat dan tidak menguasai ilmu agama. Sebaliknya banyak ulama yang alim ilmu agamanya tidak memiliki intelek. Perguruan tinggi dikalangan NU sejatinya mempersiapkan ulama yang intelek atau intelek yang ulama. Maka di situ perlu wadah untuk anak-anak agar mereka memiliki kualifikasi keduanya.

NU hari ini dapat mempuat sekolah, madrasah dan perguruan tinggi dengan baik. Apa yang dipikirkan oleh KH. Wahid Hasyim pada 60 tahun lalu hari ini sudah bisa diwujudkan. Ada perguruan tinggi NU yang bagus, UNISMA diusianaya yang ke 37.

Apa yang telah dicapai UNISMA hari ini tidak terlepas dari kerja keras semua pihak. Kyai Tholchah mencontohkan, di Yayasan UNISMA pengurus yayasan harus ngantor setidaknya 3 kali dalam satu minggu. Ketika pengurus yayasan ngantor permasalahan yang sedang dihadapi dapat cepat diselesaikan, Rektor tidak dibiarkan berpikir sendiri perlu ada keterlibatan yayasan, beberapa keputusan yang perlu melibatkan yayasan secapatnya dapat diatasi, sehingga permasalahan tidak berlarut-larut. Lebih lanjut dengan cara seperti ini tidak ada friksi antara yayasan dengan rektorat.

Dalam penyusunan anggaran belanja UNISMA disusun bersama-sama dengan pihak yayasan, semua pihak menandatangani baik Pembina, Pengawas, Ketua yayasan dan Rektor. Dalam pengelolaan lembaga yang paling penting adalah semangat memiliki. Ada sebagian dari kita hanya memiliki semangat menumpang. Jika semangat menumpang maka mereka itu sulit diajak untuk bersama-sama memikirkan perguruan tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here