Home Perbankan Syariah Pembukaan Seminar Kebanksentralan & Klinik E-Commerce di STKIP PGRI Tulungagung

Pembukaan Seminar Kebanksentralan & Klinik E-Commerce di STKIP PGRI Tulungagung

463
0
SHARE

STKIP PGRI Tulungagung mengadakan acara Math Edu Fair 2018, pada tanggal 17 Februari 2018. Acara ini dihadiri oleh berbagai pelaku UMKM di wilayah Tulungagung, para  mahasiswa serta dosen se-karesidenan Kediri dan juga masyarakat umum yang ingin mengembangkan kewirausahaan.

Dari Tribakti, 4 orang dosen Prodi Perbankan Syariah meliputi Nashrudin selaku Kaprodi IAIT, Jamaludin, Khairan dan Ana Fadhilah, khusus menghadiri acara seminar Kebanksentralan dan klinik E-commerce yang langsung diisi oleh perwakilan Bank Indonesia, perwakilan DPR RI dan salah satu pegiat bisnis E-commerce.

Ketua Prodi Pendidikan Matematika, Maylita Hasyim sebagai organizer dan inisiator, dalam pembukaan seminar mengemukakan bahwa acara Math Edu Fair periode kedua ini adalah agenda acara tahunan bagi Prodi Matematika STKIP PGRI Tulungagung. Acara berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 17-18 Februari 2018. Hari pertama diselengagarakan seminar, try out Ujian Nasional berbasis CBT untuk SMA sederajat yang diikuti oleh 595 pendaftar se-karesidenan Kediri dan bazar pelaku E-commerce diikuti oleh 200 peserta dari berbagai kalangan pelaku UMKM. Sedangkan acara ketiga yaitu jalan sehat, diselenggarakan pada Ahad pagi dengan dimeriahkan berbagai hiburan dan bazar yang diikuti oleh para pelaku UMKM Tulungagung.

Khusus dalam pembukaan acara seminar, Ketua STKIP PGRI atau yang mewakilinya,  Tomi Listiawan mengulas data pertumbuhan E-commerce di Indonesia, yang seiring meningkatnya pengguna internet, mengalami peningkatan secara signifikan. Pada tahun 2017, APJII (Asosiasi Pengguna Jasa Internet ) merilis hasil survei pengguna internet di Indonesia mencapai 143, 26 juta, jumlah ini naik dari tahun sebelumnya (2016), 132,7 juta. Kesempatan ini merupakan peluang besar bagi para pelaku UMKM untuk ikut serta menikmati menu layanan E-commerce. E-commerce kepanjangan dari Electronic Commerce adalah media yang digunakan untuk pemasaran, penjualan dan pembelian barang atau jasa melalui sistem elektronik seperti internet, televisi atau jaringan komputer lainnya. Hanya lewat aplikasi internet saja, para pelaku UMKM dimudahkan dalam mempromosikan produk mereka karena dinilai lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan promosi secara konvensional/manual.

Selanjutnya, Ketua Bank Indonesia kediri atau yang mewakilinya, Nashrulloh, dalam sambutannya mengemukakan bahwa  matematika adalah dasar dari cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan juga ekonomi. Berbagai formula dan model-model ekonomi bisa dikembangkan sampai saat ini hingga bisa mengetahui perkembangan perekonomian mikro dan makro, berangkat dari dasar ilmu Matematika. Berhubungan dengan perhitungan skala makro, kinerja pemerintah Indonesia mulai membaik terlihat dari data PDB  Triwulan ke-4 yaitu 5,19 %  yoy (year on year), lebih tinggi dari sebelumnya 5,06 %  yoy tahun 2017. Hal ini karena didorong kenaikan investasi bangunan sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan tetap tingginya investasi non-bangunan sebagai antisipasi peningkatan permintaan ke depan. Tahun 2018, Bank Indonesia memproyeksikan PDB akan meningkat pada angka 5,1% hingga 5,5 %. Terakhir, BI berpesan kepada masyarakat terutama bagi para pemuda untuk terus menumbuhkan jiwa entrepreneur demi mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Eva Kusuma Sundari, anggota DPR Komisi-XI bidang Keuangan, Perencanaan Pembangunan dan Perbankan, dalam sambutan pembukaan berikutnya mengungkapkan, Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN yang masuk dalam G-20 (The Group of Twenty). G-20 atau kelompok 20 ekonomi utama, anggotanya meliputi 19 negara dengan perekonomian besar di dunia (termasuk Indonesia) ditambah Uni Eropa, memiliki agenda menghimpun para pemimpin negara maju dan berkembang dalam mengatasi tantangan perekonomian global. Kabar  menggembirakan diungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia saat ini bergeser ke wilayah ASEAN. Sementara di Amerika, Jepang hingga Eropa sudah mentok, artinya resources yang digunakan sudah maksimal. Indonesia menjadi salah satu tempat larinya keuangan mereka, sehingga investment grade Indonesia dinilai positif seiring giatnya pembangunan infrastrutur bahkan impactnya, Presiden Jokowi mendapatkan apresiasi saat undangan APEC 2017 lalu dan yang terbaru Ibu Sri Mulyani juga mendapatkan award menteri terbaik di dunia. Dari semua keberhasilan ini, ternyata peluang besar pertumbuhan ekonomi itu adalah menggenjot E-commerce dan perekonomian kreatif. Dalam hal ini, ketiga sektor penting baik perbankan, keuangan dan teknologi harus bersinergi sehingga dapat membantu pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data ekonomi, konsumsi di Indonesia mengalami kenaikan hingga 5,5 % pada tahun 2017. Pertumbuhan ini sangat mencengangkan karena faktanya banyak pusat perbelanjaan, pasar glodok hingga toko-toko yang tutup bahkan bangkrut, akibat dari sepinya pengunjung. Fakta tersebut membuktikan tidak adanya penurunan daya beli masyarakat, akan tetapi perpindahan mereka dari manual/conventional transaction menjadi E-commerce.

E-commerce tidak bisa dihindari. Profil bisnis saat ini tidak bisa memakai istilah persaingan, akan tetapi kolaborasi atau gotong royong. Kita harus belajar dari keberhasilan raja E-commerce di Indonesia, Go-Jek dan Grab. Go-Jek dan Grab mengkolaborasikan kerjasama antara pemilik aplikasi, konsumen dan pemilik objek bisnis. Cara-cara berbisnis konvensional atau manual sudah tidak efektif dan efisien lagi. Beralihlah ke E-commerce. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak berbisnis hanya karena terkendala modal. Mari Berbisnis!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here