Home Berita Seminar Kepribadian: Meningkatkan Etos Kerja Karyawan di Lingkungan Tribakti

Seminar Kepribadian: Meningkatkan Etos Kerja Karyawan di Lingkungan Tribakti

364
0
SHARE

IAIT Kediri.- Untuk meningkatkan kualitas etos kerja di lingkungan Kampus Institut Agama Islam Tribakti Kota Kediri, pihak rektorat mengadakan seminar kepribadian, Kamis (13/11). Acara yang dilaksanakan di lantai 1 B Pascasarjana ini, diikuti oleh seluruh karyawan mulai jajaran Kepala Bagian, staff, Office boy hingga security.

Wakil rektor II Drs. Imam Thaulabi, M.Pd.I, mengatakan, seminar kepribadian ini sebenarnya bukan hal baru tetapi terbilang baru di lingkungan Kampus Tribakti. “Baru pertama kali ini diadakan seminar kepribadian di lingkungan kampus tribakti,” ujarnya pada sesi pembukaan acara. Karena merupakan hal baru, para peserta seminar terlihat antusias mengikuti agenda tersebut. Sejak pukul 07.30 para peserta seminar telah hadir di ruangan meskipun seminar dijadwalkan dimulai pukul 08.15.

Ditambahkan Thaulabi, meskipun baru, seminar ini diharapkan mampu mengubah etos kerja dan pola pikir karyawan di lingkungan kampus Tribakti sehingga akan terjadi perubahan kualitas etos kerja kayawan. “Semoga terjadi perubahan yang signifikan terhadap etos kerja karyawan di lingkungan Tribakti”, lanjutnya.

Selama ini pihak rektorat menyadari bahwa etos kerja adalah tindakan yang tidak dapat di ubah dengan cepat, tetapi membutuhkan waktu dan perlu adanya tindaklanjut, sehingga rektorat melalui Thaulabi berharap suatu saat nanti pasti akan diadakan acara yang sama. “Ibarat baterai kan perlu di charge jika sudah mulai low batt, Insya Allah acara ini bukan yang pertama dan terakhir”, pungkasnya.

Ruslan Efendi, SH., MH., selaku pemateri mengungkapkan, sebenarnya jika dikaji lebih detail seminar kepribadian membutuhkan waktu minimal 4 bulan, sebagaimana yang sering dia lakukan untuk membekali para eksekutif sebelum bertugas. “Minimal 4 bulan diadakan, bukan sehari”, ujarnya memulai materi. Meskipun demikian, bukan berarti materi yang di sampaikan nantinya tidak dapat di serap dengan baik. Lebih lanjut, pria yang juga alumnus IAI Tribakti Kediri ini mengatakan, sebenarnya kepribadian itu adalah sikap keseharian yang sering dilakukan oleh setiap individu, mudah dimengerti tetapi tergolong sulit untuk dilakukan. “Sebenarnya mudah di pahami tetapi sulit untuk diterapkan”, uraianya disambut tawa dari para peserta.

Materi yang disampaikan dalam bentuk orasi ini disajikan dengan diksi yang benar-benar sederhana dan mudah di pahami oleh peserta. Beberapa kali Ruslan menyertakan contoh-contoh pengalaman yang pernah dilakukan saat menjadi staf maupun pimpinan di berbagai instansi pemerintah yang pernah dia pimpin, Sehingga para peserta mudah menyerap materi. Sesekali dia menyertakan beberapa peserta sebagai contoh.

Dari sekian banyak bahan yang telah dipersiapkan, pria yang juga pensiunan Kesbanglinmas Kebupaten Kediri ini hanya memfokuskan bahasan pada bagaimana cara mengikuti sidang, pemakaian alat-alat kantor serta etos kerja. Meskipun hanya berfokus pada hal tersebut, tetapi materi yang disampaikan benar-benar diurai secara gamblang dan jelas.

Pada akhir materi yang berlangsung kurang lebih 4 jam itu, Ruslan mengaharapkan semoga materi ini dapat diamalkan oleh sluruh karyawan di lingkungan IAI Tibakti dengan baik, sehingga akan tercipta lingkungan kerja yang benar-benar kondusif. Tidak lupa, dia juga berharap, semoga materi ini tidak berhenti pada diri sendiri, minimal diturunkan kepada yang membutuhkan. “Semoga bermanfaat dan jangan lupa dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkan”, harapnya.

Sementara itu, seusai acra, peserta memberikan apresiasi terhadap acara ini. Jaelani misalnya, pria yang bertugas di staff rektorat ini menjelaskan bahwa seminar kepribadian ini benar-benar memberikan semangat baru bagi karyawan di lingkungan IAI Tribakti Kediri. “Benar-benar semangat mengikuti seminar ini, Semoga bermanfaat”, akunya. (Dya)